Selasa, 11 Agustus 2015

Materi Seni Budaya untuk kelas 11 IPA

SENI RUPA XI IPA


BAB I.  APRESIASI SENI RUPA  (IPA)
Standar Kompetensi   : 1. Mengapresiasi karya seni rupa
Kompetensi Dasar      :
1.1. Mengidentifikasi  keunikan gagasan teknik dan bahan dalam karya  seni rupa  terapan Nusantara.
1.2.  Menampilkan sikap apresiatif atas keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan Nusantara.
Seringkali kita melihat sesuatu di kejauhan kelihatan semakin kecil, dan semakin kabur. Padahal benda tersebut besarnya sama tetapi setelah kita letakkan di tempat yang jauh maka kelihatan semakin kelihatan kecil.  Juga kita sering melihat gambar konstruksi bangunan yang kelihatan dari berbagai arah. Seandainya kita perhatikan semakin lama semakin membingungkan.  Tahukah kalian bahwa semua permasalahan di atas adalah merupakan suatu kejadian perspektif penglihatan mata kita?
Untuk mempelajari beberapa permasalahan di atas mari kita pelajari tentang gambar proyeksi dan gambar perspektif.
I.    GAMBAR PROYEKSI
 Menggambar proyeksi adalah menggambar suatu objek nyata atau imajiner  terhadap suatu bidang datar dengan metode yang sistematis. Objek tersebut dapat berupa titik-titik, garis-garis, bidang-bidang, benda-benda atau perpaduan dari beberapa diantaranya yang ada di dalam ruangan. Hasilnya akan memberikan pengertian atau informasi tentang bentuk, ukuran dan posisi objek benda tersebut dalam bentuk dua dimensi.
Menggambar proyeksi pada dasarnya menggunakan garis atau sinar sebagai alat memproyeksikan objek benda, secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu system paralel proyeksi dan system central proyeksi.
Di bawah ini adalah bagan proyeksi dan cabang-cabangnya.
Cabang-cabang Proyeksi
A.  PROYEKSI PARALEL

Proyeksi Paralel adalah apabila cara memproyeksikan objek dengan bantuan garis sejajar atau sinar sejajar, dengan demikian hasil gambarnya akan sama besar dengan bendanya.
proyeksi sejajar
Proyeksi paralel dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu :
1.   Proyeksi Orthogonal
Proyeksi Orthogonal adalah gambar suatu objek dengan skala yang tepat, sedangkan ukuran yang dicantumkan adalah ukuran yang nyata atau sebenarnya. Proyeksi Orthogonal juga disebut proyeksi tegak lurus, sebab cara memproyeksikan benda dengan menarik garis tegak lurus terhadap bidang proyeksi melalui setiap titik sudut benda.  Pandangan mata kita juga satu arah tegak lurus terhadap benda tersebut . Kadang tidak jarang hanya disebut dengan proyeksi saja.
proyeksi orthogonal
Di dalam proyeksi orthogonal sistem Eropa, kedudukan bidang proyeksi terletak di belakang benda. Apabila arah pandang mata yaitu :
  1. Dari atas, gambar terletak di bidang proyeksi bawah
  2. Dari depan, gambar terletak di bidang proyeksi belakang
  3. Dari samping kiri, gambar terletak di bidang proyeksi kanan
  4. Dari samping kanan, gambar terletak di bidang proyeksi kiri
Sedangkan proyeksi orthogonal sistem Amerika kedudukan bidang proyeksi terletak di depan benda, sehingga hasil gambar akan selalu tampak sesuai dengan arah pandang mata. apabila arah pandang mata dari atas, gambarnya terletak di bidang proyeksi atas, dan seterusnya.
Arah pandang mata di dalam proyeksi orthogonal system Eropa cukup tiga dan hasil gambarnya pun tiga (3) buah sudut pandang yaitu ;
  • Tampak  atas,
  • Tampak  depan
  • Tampak  samping (kiri atau kanan saja).
Hasil gambarnya disebut gambar Proyeksi I (tampak atas), gambar Proyeksi II (tampak depan), gambar Proyeksi III (tampak samping).
Sedangkan di dalam proyeksi orthogonal system Amerika dihasilkan enam (6) buah sudut pandang, yaitu :
  • Tampak depan
  • Tampak atas
  • Tampak bawah
  • Tampak kanan
  • Tampak kiri
  • Tampak belakang
a.   Bidang Proyeksi
Bidang proyeksi atau bidang gambar adalah bidang datar tempat menggambar benda-benda atau penampang-penampang benda dari berbagai pandangan. Di dalam proyeksi Eropa menggunakan tiga bidang gambar, yaitu bidang mendatar (bidang proyeksi I), bidang tegak lurus dengan bidang I (bidang proyeksi II), dan bidang yang tegak lurus dengan bidang proyeksi I dan bidang proyeksi II ( bidang proyeksi III).
bidang proyeksi
b.    Proyeksi Titik
Kedudukan titik dalam ruang harus kita perhatikan sebelum kita menggambar proyeksi orthogonal titik. Kedudukan titik dalam ruang dapat dikatakan sebagai berikut :
Titik A terletak :
X satuan dari bidang III (bidang samping)
Y satuan dari bidang II (bidang tegak)
Z satuan dari bidang I (bidang datar)
Dengan demikian titik A berada pada koordinat (X, Y, Z) , sehingga X dapat diukur pada sumbu OX, Y dapat diukur pada sumbu OY, dan Z dapat diukur pada sumbu OZ.
kedudukan titik dalam ruang
Gambar 10. Kedudukan Titik A dalam ruang
Sebuah titik A berkedudukan (5,3,2) carilah gambar proyeksi I, II, dan III. Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat dikatakan bahwa kedudukan titik A adalah :
5 cm dari bidang III ( 5 cm pada sumbu ox )
3 cm dari bidang II ( 3 cm pada sumbu oy )
2 cm dari bidang I ( 2 cm pada sumbu oz )     ………gambar 11
proyeksi titik
Sebuah titik A berkoordinat (1,3,2) dan titik B (4,3,2). Carilah   proyeksi titik A dan titik B dalam satu gambar  (dalam bidang proyeksi yang sama) ……..gambar 12
c.   Proyeksi Garis
Membuat proyeksi suatu garis  (lurus), dengan teknik menghubungkan kedua titik pada ujung garis tersebut.
Gambar proyeksi pada bidang I, II dan III. Jika diketahui sebuah garis KL panjang 6 cm tegak lurus bidang III. Koordinat K (1,2,4) …………(Gambar 13)
proyeksi garis
Sebuah garis PQ panjang 7 cm sejajar bidang II dan membentuk sudut 300  terhadap bidang I. Koordinat P (0,2,1).   Gambar  proyeksi I, II, III    (Gambar 14)
Sebuah garis RS panjang 5 cm melekat pada bidang II dan membentuk sudut 450 terhadap bidang I. Koordinat R ( 2,0,1 ). Gambar  proyeksinya (gambar 15)
proyeksi garis miring
d.   Proyeksi Bidang
Dalam proyeksi titik dan garis, sudut sudah dapat digambar dengan demikian proyeksi bidang dapat digambar apabila diketahui ukuran, bnetuk dan kedudukannya. Proyeksi bidang ini sudah dibatasi oleh garis-garis lurus yang tiap ujungnya mempunyai titik dan tiap titik membentuk sudut.
Bidang ABCD  sejajar bidang II
proyeksi bidang
e.   Proyeksi Benda
Benda dalam gambar proyeksi meliputi benda tunggal dan benda bersusun. Sebuah benda sering merupakan gabungan dari beberapa bentuk , missal sebuah balok dengan silinder atau sebuah prisma dengan sebuah kerucut dan bahkan bukan hanya terdiri dari dua benda, tetapi terdiri dari beberapa benda. Benda disini meliputi : kubus, piramida (limas), prisma, kerucut, balok dan benda geometris lainnya.
Suatu susunan benda yang tidak sama besarnya mengakibatkan ada bagian benda yang tidak nampak dari suatu arah pandang mata. Demikian pula semua rusuk benda mungkin tidak nampak dari suatu arah pandang mata, dan ada sebagian rusuk benda yang tidak nampak. Dalam hal ini rusuk benda yang tidak nampak atau tertutup oleh bagian benda yang lain dinyatakan dengan garis maya (hidden line).
Memproyeksikan benda suatu benda sama dengan proyeksi titik yaitu memproyeksikan titik-titik sudut benda tersebut, baru kemudian dihubungkan sesuai dengan garis benda.
Di dalam gambar proyeksi dengan tinta ada beberapa ketentuan tentang besar garis :
a. Garis sumbu proyeksi   0,6 mm
b. Garis benda untuk membatasi bidang 0,8 mm
c. Garis maya (hidden line) putus-putus 0,4 mm
d. Garis untuk memproyeksikan benda 0,2 mm
Contoh benda geometris;
bidang geometris

Beberapa contoh gambar proyeksi benda, di bawah ini :
a.   Diketahui sebuah limas segi empat T.ABCD. Dengan panjang sisi AB = CD = 8 cm, BC = DA = 10 cm. Tinggi limas   ( T dari pusat alas ABCD ) = 14 cm.
Koordinat A (2,2,1).
Bidang  alas sejajar bidang I dan sisi AB sejajar sumbu X ke kanan.
(gambar 20.)
proyeksi bidang geometris
Gambar 20. Proyeksi limas segi empat
b.   Sebuah prisma alas segi lima beraturan terletak di atas sebuah silinder. Pusat lingkaran prisma dan silinder berimpit terletak pada bidang I berjarak 6 cm dari bidang III dan 7 cm dari bidang II.
Jari-jari lingkaran prisma 4 cm dan tingginya 9 cm. Salah satu sisi prisma yang terdekat dengan bidang III sejajar dengannya. Sedangkan jari-jari silinder 5 cm dan tingginya 4 cm. Silinder terletak 1 cm di atas bidang I. (gambar 21)
proyeksi alas prisma segi 5
2.   Proyeksi Oblique (Miring)
Proyeksi Oblique  atau Proyeksi Miring, posisi benda terhadap bidang proyeksi sama dengan proyeksi orthogonal, hanya arah pandang mata berpindah kesamping atau miring.
proyeksi oblique
Gambar 3.  Proyeksi Miring
 3.    Proyeksi Axonometri
Proyeksi  Axonometri merupakan kebalikan dari proyeksi oblique, yaitu arah pandang mata tetap seperti pada proyeksi orthogonal, namun yang berubah adalah kedudukan bendanya dengan cara memutar atau menggeser benda tersebut dengan sumbu putar pada salah satu rusuknya, yang berkedudukan tetap pada posisi semula. Sehingga bidang belakang benda membentuk suatu sudut terhadap bidang proyeksi.
axonometri
Gambar 4 dan 5. Benda sebelum dan setelah di putar
B.  CENTRAL PROYEKSI
Central Proyeksi atau proyeksi pusat atau lebih dikenal dengan istilah perspektif, adalah apabila cara memproyeksikan objek menggunakan bantuan garis atau sinar memusat atau mengumpul pada satu titik. Sehingga hasil gambarnya akan lebih kecil dari ukuran sebenarnya.
proyeksi terpusat
Gambar proyeksi terpusat
Gambar perspektif adalah gambar benda atau ruang berkesan tiga dimensi. Gambar perspektif pada dasarnya terdiri dari tiga unsur utama yaitu panjang, lebar dan isi atau volume.  Untuk penampilan agar gambar perspektif lebih menarik atau lebih hidup dapat diberi bayangan, warna atau texture suatu permukaan benda.
Gambar perspektif ini juga merupakan gambar teknik untuk menggambar objek benda , ruang, dan lingkungan seperti yang terlihat oleh mata manusia ke dalam bidang datar. Teknik perspektif menunjukkan keterbatasan penglihatan manusia dalam melihat objek secara akurat. Semakin dekat dengan kita enda kelihatan semakin besar, sedangkan semakin jauh benda kelihatan semakin kecil dan menghilang.
13+Pagar+Depan+Alt.2+Var+Besi+Tempa
Sindoro Sumbing
Manfaat gambar perspektif adalah agar benda yang digambar dapat dengan mudah dipahami orang lain, serta dapat menciptakan kesan yang mendalam terhadap gambar tersebut. Pemandangan akan berkesan seperti aslinya kalau menggambarnya menggunakan teknik perspektif. Gambar bangunan akan kelihatan lebih hidup dan menarik apabila digambar dengan teknik perspektif.
Pandangan mata mempunyai batas pandangan yang sejajar bidang datar sehingga membentuk garis khayal, atau seolah-olah batas pandang kita yang memandang jauh dibatasi antara langit dan bumi bertemu pada garis yang mendatar. Garis khayal yang mendatar tersebut disebut Garis Horison (GH).
Gambar perspektif merupakan gambar yang mengesankan gambar yang mengansumsikan mata penggambar bertemu dalam satu titik. Contoh : apabila kita melihat rel kereta api yang membentang di depan mata kita, maka seolah-olah rel kereta itu pada ujung yang jauh seperti bertemu pada satu titik. Pertemuan titik tersebut disebut dengan Titik Hilang (TH)
Garis horizon pada gambar perspektif dikenal ada 3 macam, yaitu garis horizon normal (level angle) yaitu pandangan mata manusia secara normal baik pada waktu duduk ataupun berdiri ; horizon burung (high angle) yaitu garis horizon yang terletak seperti kalau kita melihat dari tempat ketinggian ; horizon katak (low angle) yaitu garis horizon yang terletak seolah kalau benda tersebut yang melihat seekor katak atau seolah kita memandang dari tempat yang lebih rendah.
garis horizon
  1.   Perspektif Satu Titik Hilang
Perspektif ini terjadi jika kita melihat sebuah benda dengan garis pusat pandangan tegak lurus (frontal) terhadap salah satu permukaan benda tersebut dan garis-garis vertical dan horizontal yang sejajar dengan bidang gambar tetap vertical dan horizontal. Garis benda apabila kita tarik ke garis horizon akan bertemu pada satu titik pada garis horizon.
perspektif 1 titik hilang
Gambar  Perspektif 1 Titik Hilang
2. Perspektif Dua Titik Hilang
Gambar perspektif dua titik hilang pada dasarnya hampir sama dengan gambar perspektif satu titik hilang. Pada gambar perspektif dua titik hilang mempunyai dua titik hilang pada garis horizon. Gambar bidang pada perspektif ini tidak ada yang menghadap tegak lurus (frontal) dengan kita, tetapi semua garis bidang menuju ke dua  titik hilang (TH 1 dan TH 2).
Gambar perspektif dua titik hilang ini apabila kita berpindah sudut pandang sehingga objek yang sama dilihat agak menyamping tetapi tetap mempertahankan garis pusat pandangan secara horizontal, garis-garis vertical akan tetap vertical. Garis yang tadinya sejajar dengan garis horizontal (pada perspektif 1 titik hilang) pada perspektif dua titik hilang tidak ada lagi garis yang sejajar dengan garis horizon, tetapi semua garis menuju kea rah titik hilang.
  3.    Perspektif Tiga Titik Hilang
Perspektif tiga titik hilang adalah gambar perspektif dengan menggunakan 3 titik hilang. Gambar dengan menggunakan tiga titik hilang, apabila kita berdiri pada tempat yang lebih tinggi dari benda tersebut atau lebih rendah dari benda tersebut. Gambar dengan menggunakan tiga titik hilang akan memperjelas objek gambar dan lebih akurat.
Perspektif dengan menggunakan tiga titik hilang, letak dua titik hilang biasanya terdapat pada garis horizon dan satu titik hilang berada  di atas atau di bawah.
4.    Perspektif Titik Hilang di Luar Bidang Gambar
Gambar perspektif di luar bidang gambar adalah menggambar perspektif dengan memperkirakan letak titik hilangnya di luar bidang gambar. Hal ini dilakukan oleh orang yang sudah mahir membuat gambar perspektif. Gambar ini biasanya untuk membuat gambar pemandangan ataupun sketsa bangunan. Objek yang digambar akan kelihatan lebih fokus, sesuai yang dikendaki oleh si pembuat.
5.    Perspektif Titik Hilang Bebas
Objek gambar dibuat seolah-olah berkesan seperti gambar perspektif isometric. Dengan titik hilangnya dikhayalkan jauh di luar bidang gambar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar